Rabu, 04 November 2009

MENDONGENG UNTUK ANAK

Kemampuan Intelektual (IQ) seorang anak bukanlah satu-satunya jaminan
bagi kesuksesannya di masa depan, namun Kemampuan Emosional ((EQ)
juga memegang peranan yang tidak kalah penting dalam menunjang masa
depan anak nantinya.

Banyak cara yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk dapat
memberikan modal kepada anak agar mengoptimalkan potensi dan talenta
diri untuk bersaing di masa depan nantinya. Anak-anak yang terlahir
dalam situasi multikomplek membutuhkan perhatian dan dukungan yang
ekstra dan berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya.

Bila orang tua ingin mendidik anak, mendongeng adalah cara yang
paling ampuh dan efektif karena didalamnya terkandung sentuhan
manusiawi. Hal ini karena sebagai bagian dari seni, dongeng dapat
merengsang kepekaan anak. Tidak ada anak yang tidak senang
mendengarkan dongeng. Entah itu dongeng yang dibacakan dari buku
cerita anak atau dongeng yang telah sangat melekat dibenak orang tua
atau pengajar sehingga dapat disampaikan secara lisan dengan
improfisasi disana sini.

Tokoh dalam dongeng akan selalu diingat olek anak bahkan hingga anak
beranjak dewasa, baik itu tokoh dongeng yang berkarakter jahat maupun
yang baik. Dongeng memiliki banyak manfaat bagi seorang anak. Sebut
saja, mengembangkan daya pikir dan kemampuan dalam imajinasi, serta
kemampuan berbicara maupun dalam daya sosialisasi.

Melalui dongeng anak dapat belajar mengakui kelebihan orang lain
sehingga mereka menjadi lebih sportif. Yang tak kalah penting,
mendongeng merupakan salah satu bentuk komunikasi antara orang tua
atau pendidik dan anaknya. Interaksi langsung itu akan sangat
berpengaruh dalam pembentukan karakter anak. Dongeng dapat pula
merangsang pendengar atau pemerhati dalam hal ini anak-anak untuk
dapat memiliki karakter yang positif (positif character) dalam hal
ketaatan (obedience), daya perhatian (attantiveness), kerajinan
(diligence), tanggung jawab (responsibility), daya juang dan
ketekunan (endurance), percaya diri (self confidence), motivasi diri
(self motivation), dorongan untuk maju (self achievement),
pengendalian diri (self control) serta kesabaran ((patience).

Walaupun mendongeng merupakan hal yang tampaknya sepele, namun
efeknya sangat besar terhadap tingkah laku dan moral anak maupun
tumbuh kembang anak. Rasa percaya diri merupakan modal utama dalam
proses tumbuh kembang jiwa seorang anak. Tanpa adanya rasa percaya
diri yang kuat, sia-sialah semua potensi dan talenta anak dikemudian
hari dan semua usaha orang tua selama ini.

1 komentar: