Sabtu, 07 November 2009

SAHABAT ADALAH ANUGRAH

Sahabat.....
Kalian adalah hadiah terindah karunia Tuhan buat saya. Seperti hadiah, ada yang bungkusnya indah dan ada yang bungkusnya biasa saja. Yang bungkusnya indah mungkin punya wajah cantik dan rupawan, atau kepribadian yang menarik. Yang bungkusnya biasa saja mungkin punya wajah biasa saja, atau kepribadian yang biasa saja, atau bahkan mungkin buruk.


Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang isinya jelek. Yang isinya bagus mungkin punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau ketika berbagi rasa dengannya, ketika menghabiskan waktu berjam-jam dengannya, saling bercerita dan menghibur, menangis bersama, dan tertawa bersama. Kita mencintainya dan diapun mencintai kita.


Yang isinya buruk mungkin punya jiwa yang terluka. Begitu dalam luka-lukanya sehingga jiwanya tidak mampu lagi mencintai, justru karena ia tidak merasakan cinta dalam hidupnya. Sayangnya yang kita dapat darinya seringkali sikap penolakan, dendam, kebencian, iri hati, kesombongan, amarah dan lain-lain.


Kita terkadang tidak menyukai pribadi seperti ini dan mencoba menghindar dari mereka.Tapi terkadang kita tidak mengerti bahwa itu semua bukanlah pribadi mereka sesungguhnya, tetapi lebih kepada ketidakmampuan jiwanya memberikan cinta karna dia sebenarnya ingin cinta kita, simpati kita, kesabaran dan keberanian kita untuk mendengarkan luka-luka dalam yang memasung jiwanya.


Jangan pernah menyesal atas apa yang terjadi . Sebenarnya hal-hal yang kita alami sedang mengajari kita. Saat seorang teman berdusta pada kita atau tidak menepati janjinya pada kita atau dia tidak menghargai perhatian yang kita berikan. sebenarnya ia telah mengajari kita agar kita tidak berprilaku seperti itu.


Saat teman kita menghapus e-mail yang kita kirim sebelum membacanya atau saat bertemu dengannya dan ingin menyapa, dia pura-pura tidak melihatmu. Sebenarnya dia telah mengajarkan kita agar tidak berprasangka buruk dan selalu berpikiran positif bahwa mungkin saja dia pernah membaca e-mail yang kita kirim atau mungkin saja dia tidak melihat kita.


Saat kita mencintai seseorang dengan tulus,tapi dia tidak mencintai kita, atau yang kita sayangi tiba-tiba mengirimi kita kartu undangan pernikahannya, sebenarnya dia sedang mengajari kita untuk selalu menerima takdir-NYA.


Bahkan Bila kita hanya diperlukan pada saat teman sedang dalam kesulitan. Sebenarnya dia juga telah mengajari kita untuk menjadi orang yang arif dan bijaksana, kita telah membantunya saat dalam kesulitan.


Kalian adalah hadiah untuk saya, tak peduli apapun bungkusnya, cantik atau tidak, tak peduli apapun isinya, bagus atau tidak. Hanya ketika kita bertemu jiwa dengan jiwa, kita tahu hadiah sesungguhnya sudah disiapkan oleh-Nya untuk kita.


Sahabat, kalian adalah yang terbaik….

1 komentar:

  1. Beruntung sekali aku menemukan blog ini pada tanggal 1 January 2011, awal tahun yang sangat baik untuk memikirkan kembali arti kehidupan. Begitu penuh makna dan mendalam. Terimakasih sahabat baruku.

    BalasHapus