Kamis, 05 November 2009

THE POWER OF STORY TELLING

Agus D.S

Prinsip-prinsip dalam mendongeng adalah :
1. Jangan dulu mendongeng sebelum belajar mendongeng.' Artinya sebelum mendongeng terlebih dahulu kita belajar untuk memahami apa arti dongeng yang sesungguhnya.
2. Dalam mendongeng sebaiknya kita terlebih dahulu memahami dan menghafalkan isi cerita tersebut.
3. Dalam mendongeng kita diharapkan untuk memperhatikan klasifikasi umur anak.
4. Dalam mendongeng kita sebaiknya mengetahui terlebih dahulu tema yang akan menjadi dongeng pada hari itu.
5. Dalam mendongeng sebaiknya tema yang kita ceritakan berakhir pada saat itu juga (bukan cerita bersambung).
6. Dongeng yang dibawakan hendaknya mengandung makna yang dapat membangun karakter anak agar menjadi lebih baik.

Contoh :
Dongeng tentang seorang ibu yang bekerja keras setiap hari. Suatu ketika sang ibu jatuh sakit, sehingga tidak bisa memasak dan menyediakan makanan untuk keluarganya. Sang anak pun menjadi sadar dan berinisiatif untuk membantu ibunya yang sedang sakit, misalnya membantu menyapu rumah. Dengan demikian dapat menumbuhkan semangat pada diri anak tersebut agar mempunyai kepedulian terhadap sesama dan saling membantu.
Menurut Anti Aarne dan Stiih Thomas, dongeng dikelompokkan dalam 4 golongan sebagai berikut :
1. Dongeng binatang - Dongeng binatang adalah dongeng yang tokohnya binatang peliharaan atau binatang liar.
2. Dongeng biasa - Dongeng biasa adalah dongeng yang tokohnya manusia dan biasanya berisi tentang kisah suka duka yang dialami seseorang. Misalnya dongeng Ande-Ande Lumut, Joko Kendil dan lain-lain.
3. Lelucon atau Anekdot - Merupakan dongeng yang dapat menimbulkan tawa bagi pendengarnya.
4. Dongeng berumus - Merupakan dongeng yang strukturnya terdiri dari pengulangan.

Alasan-Alasan Mengapa Setiap Orang Mau Mendongeng :
1. Karena ingin bisa mendongeng dan belajar mendongeng agar di kemudian hari dapat menjadi pendongeng profesional.
2. Ingin mendapatkan kepuasan dan rasa lega setelah selesai mendongeng, karena imajinasi dan inspirasinya telah tertuang ketika ia mendongeng.
3. Merasa gembira setelah mendongeng karena mendongeng itu seperti menasehati orang lain atau menyampaikan petuah-petuah yang bermakna bagi seseorang.

Alasan Orang Tua Memilih Dongeng Yang Baik :
1. Orang tua yang mempunyai kebiasaan mendongeng kepada anak-anaknya dengan menggunakan buku, telah menjadi contoh yang bagus bagi anaknya.
2. Pengenalan buku kepada anak yang dilakukan sejak usia dini akan berdampak positif bagi anaknya. Dengan demikian anak akan mencintai buku-buku dan ingin membacanya sendiri.

Anak yang mencintai buku akan mendapatkan berbagai keuntungan sebagai berikut :
1. Membuat anak mempunyai kemampuan mebaca dengan baik.
2. Menumbuhkan rasa kebahasaan yang tinggi.
3. Memberi keragaman wawasan yang membuatnya menjadi mudah mempelajari banyak hal.
4. Membuat anak lebih mampu untuk mengatasi krisis kepribadian.
5. Memberikan keragaman perspektif.

Peranan Orang Tua Dalam Perkenbangan Anak
Dalam usaha membantu perkembangan anak, orang tua dapat membimbing anak melakukan sesuatu dengan hal-hal yang ada di dalam rumah, misalnya :
1. Membaca berbagai jenis buku bacaan yang sesuai dengan usia anak.
2. Berkarya kretif dengan bahan-bahan yang ada di rumah.
3. Melukis bebas untuk memberi kesempatan kepada anak menoret-coret pada tempat tertentu secara bebas.
4. Mendongeng dengan bahan dari buku cerita atau tanpa buku cerita.

Manfaat Mendongeng Bagi Anak-Anak
Dalam sebuah buku yang berjudul A Book For Children Literature, Hollowell mengatakan bahwa ada enam segi positif dari sebuah dongeng, antaralain :
1. Dongeng dapat mengembangkan imajinasi dan memberikan pengalaman emosional yang mendalam.
2. Memuaskan kebutuhan ekspresi diri.
3. Menanamkan pendidikan moral tanpa harus menggurui.
4. Menumbuhkan rasa humor yang sehat.
5. Mempersiapkan apresiasi sastra.
6. Memperluas cakrawala khayalan anak.

Kualitas Positif Sebuah Dongeng
1. Apakah dongeng itu memikat dan menghibur?
2. Apakah dongeng itu dapat mengembangkan imajinasi anak?
3. Apakah dongeng itu akan memberi pengalaman emosional yang mendalam pada anak?
4. Apakah dongeng itu menimbulkan rasa humor yang menyeluruh pada anak?
5. Apakah dongeng itu akan memberi pemuasan terhadap kebutuhan ekspresi?
6. Apakah dongeng itu akan menambah informasi yang memperluas cakrawala pandangan anak?
7. Apakah dongeng itu akan memeberi pendidikan moral pada anak?
8. Apakah dongeng itu akan memberikan apresiasi terhadap keindahan?
9. Apakah dongeng itu dapat dicerna dengan mudah?
10. Apakah dongeng itu dapat menambah perkembangan akhlak dan budi pekerti anak?

Kualitas Negatif Sebuah Dongeng
1. Apakah dongeng itu mengandung falsafah, kepercayaan, adat istiadat, norma-norma, pandangan-pandangan primitive yang sudah tidak sesuai lagi, dan bahkan dapat menghambat perkembangan zaman.
2. Apakah dongeng itu mengandung unsur-unsur strategi, kekerasan, kebohongan, fantasi, berbahaya, ingkar janji, kelicikan dalam mencapai tujuan, kemenangan atau meraih kekayaan.

Praktek Mendongeng
1. Tekatkan niat anda untuk mencoba mendongeng
2. Berkonsentrasi dengan mengingat-ingat cerita yang akan anda bawakan. Bagaimana urutan ceritanya, siapa saja tokoh-tokohnya dan bayangkan bagaimana anda akan membawakannya.
3. Persiapkan kejutan-kejutan yang akan anda keluarkan selama mendongeng
4. Bila masih merasa sulit, buatlah kartu catatan singkat untuk mempermudah alur cerita.
5. Setelah anda merasa benar-benar siap, mari kita mulai menyapa anak-anak.

Hal-Hal Yang Diperhatikan Agar Menjadi Pendongeng Yang Baik
1. Pastikan kondisi fisik anada benar-benar dalam keadaan baik sehingga konsentrasinya lebih terarah.
2. Hayatilah sungguh-sungguh cerita yang akan anda bawakan.
3. Sebaiknya membuat ringkasan cerita pada sepotong kertas atau 'kartu cerita'.
4. Penyusunan gambar atau alat peraga disesuaikan dengan alur cerita.
5. Bila anda mampu, cobalah untuk berpuisi, menyanyi atau memainkan alat musik sebagai perlengkapan dongeng atau cerita.
6. Agar dongeng menjadi lebih menarik, cobalah memilih adegan menarik untuk didramatisasikan berulang-ulang.
7. Perhatikan artikulasi dalam pengucapan kata-kata agar terdengar jelas.
8. Usahakan untuk biasa menjaga keserasian jalan cerita sehingga anak-anak akan merasa terikat dengan adegan atau cerita tersebut.
9. Selalu terbuka pada kritik dan saran dari siapapun.
10. Jangan menyimpang dari etika-etika sebagai seorang pendongeng.
11. Bersedia belajar dari pendongeng yang sudah sukses.

Hal-Hal Yang Diperhatikan Saat Mendongeng
1. Pola dan irama berbicara
2. Jarak dengan pendengar perlu diperhatikan
3. Gerak dan sikap tubuh
4. Kontak mata
5. Suara saat berbicara
6. Penampilan

1 komentar: